Allah menciptakan manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan. Dia juga memberikan keunikan tersendiri kepada setiap manusia ciptaan-Nya. Meskipun demikian, di hadapan Allah manusia itu sama berharganya, Dia mengasihi kita dan Dia juga mau setiap manusia, laki-laki dan perempuan, melakukan pekerjaan dan rencana-Nya bagi dunia ini. Namun tidak dapat dimungkiri, kerap terjadi diskriminasi jenis kelamin yang dilakukan oleh manusia sendiri. Seperti halnya di Indonesia. Dulu saat R.A. Kartini memulai perjuangannya untuk membela emansipasi wanita, perempuan hanya diperlakukan sebagai "konco wingking" (teman di belakang), yang memunyai hak lebih rendah dari laki-laki, bahkan diperlakukan dengan tidak layak. Kini, perjuangan R.A. Kartini membuahkan hasil. Perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata, bahkan Indonesia pernah dipimpin oleh seorang presiden perempuan.
Perempuan sudah seharusnya memiliki harkat dan martabat yang sejajar dengan laki-laki. Yesus pun sudah memberi contoh bagi kita. Selama pelayanan-Nya, Yesus tidak hanya mempersiapkan dua belas murid laki-laki saja, tetapi juga mempersiapkan para wanita untuk terlibat dalam pelayanan, bahkan mengembangkan mereka sebagai pemimpin. Simak selengkapnya di sajian edisi e-Leadership kali ini.
Semoga sajian bulan April ini memberikan pandangan secara Kristen bagi para calon dan pemimpin mengenai wanita dalam dunia kepemimpinan.
Selamat belajar dan memimpin!
Staf Redaksi e-Leadership, Puji Arya Yanti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar